Gak ada yang benar-benar tahu kapan tepatnya dimulai, tetapi ini
menjadi bagian dari permainan basket pada 1980-an, tapi mulai berkembang
pada 1990-an.
Di masa lalu cuma para pemain terbaik saja yang berani bicara
sampah (Trash Talk). Namun, sekarang pemain yang buruk sekalipun bisa.
Trash Talk adalah bentuk membual atau menghina.. Sering terdengar
dalam situasi yang kompetitif (seperti acara-acara olah raga), terutama
di AS. Hal ini sering digunakan untuk mengintimidasi lawan, tetapi juga
dapat digunakan dalam suasana lucu. Trash Talk umum digunakan oleh juara
tinju kelas berat Muhammad Ali di tahun 1960-an dan 1970-an. Sejak itu,
telah menjadi umum untuk petinju, pegulat, dan olahragawan lainnya
untuk menggunakan Trash Talk.
Nah sekarang, bagaimana melakukan Trash Talk ?? Ini dia diantaranya :
1. Keep it simple. Jangan mencoba untuk membuat argumen atau
mengatakan sesuatu yang akan memakan waktu terlalu lama. Katakan saja
apa yang bisa membuatnya emosi sehingga tidak fokus dalam permainan.
2. Tetap dingin. Ide di balik Talk Trash adalah untuk membuat orang
lain marah sehingga ia berhenti berpikir tentang permainan (gak fokus), ini berarti bahwa ia layu di bawah
tekanan.
3. Selective. Jika ada pemain yang jelas jauh lebih baik daripada kamu, jangan
mulai Talk Trash dengan dia. Hal ini hanya akan memotivasi dia untuk
melakukan yang terbaik dan itu berarti masalah buat kamu.
4. Pakailah bahasa figuratif pada Trash Talk, misalnya, “Kamu tak
berguna bagi teman mu. Kau seperti kutu yang menempel di badan kerbau!”
5. Jangan trash talk di depan wasit.. lakukan layaknya ibu2 ngegosip.. biar gak kena technical foul.
Sumber : ngebasket
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Huuufftt ada-ada aja... yaahh terlepas dari baik atau buruk nya strategi itu,semuanya kembali lagi ke masing2 individunya aja mau ditiru atau gak.
Tapi kalau menurut
sih mending gak usah ditiru deh yang kaya beginian,namanya juga game kalah menang kan udah biasa dalam permainan/pertandingan.OK







0 komentar:
Posting Komentar